Minggu, 09 Februari 2014

Menilai Teks anekdot



Nama : Caecilia Rumondang
Kelas   : X IIS 1

Jajah Rumah Anna
     Salah satu episode Malam Minggu Miko yang berjudul “Jajah Rumah Anna “ merupakan episode yang menurut saya mengesankan . Episode ini juga memiliki stuktur teks anekdot yang lengkap . Dimulai dengan abstrak dimana Miko , Dovi dan Mas Anca sedang bersantai di kontrakan mereka  ketika Jovi , Kakak Dovi datang mengunjugi kontrakan Miko . Jovi tidak hanya sendiri , ia membawa seorang teman wanitanya yang seorang bule bernama  Anna untuk menginap di kontrakan Miko . Dilanjutkan dengan Orientasi ketika Anna ditinggal sendiri bersama Mas Anca di kontrakan Miko karena Miko,Dovi dan Jovi pergi menggambil koper Anna yang  tertinggal di bandara . Miko berpesan kepada Anna untuk menganggap kontrakan ini sebagai rumahnya sendiri . Orientasi dilanjutkan sampai Anna menganggap kontrakannya sebagai ‘ ‘rumahnya ‘’ sendiri dengan menempelkan foto – foto neneknya di sepanjang dinding , mengundang teman teman bulenya untuk berpesta  sampai membebaskan tugaskan Mas Anca .
      Krisis terletak pada saat Miko , Dovi dan Jovi ingin merebut kembali kontrakan mereka namun Anna berkata bahwa ia akan pergi dan memberikan mereka bertiga tiket gratis untuk ke Kanada , rumah Anna .  Reaksi terletak saat mereka sudah sampai di rumah Anna di Kanada  dan  Anna berkata pada mereka bertiga untuk menganggap rumah ini sebagai rumahnya sendiri .  Miko , Jovi dan Dovi pun melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh Anna , menepelkan foto – foto nenek mereka di dinding .
    Episode Jajah Rumah Anna ini juga memiliki kelucuan serta kritikan . Kelucuan terletak pada saat Miko berkata pada Anna untuk menganggap kontrakan ini  sebagai rumahnya sendiri . Perbedaan paham ini terjadi ketika Anna yang seorang bule  menggap kontrakan Miko sebagai rumahnya sendiri dengan melakukan hal- hal tidak wajar seperti menempelkan foto -foto neneknya di sepanjang dinding  , mengundang teman -temannya untuk berpesta serta membebas tugaskan Mas Anca sebagai seorang “budak” .  Episode ini juga mengkritik adanya perbedaan paham antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat  asing akan kalimat “ Anggap Rumah Sendiri “ . Kalimat  tersebut bagi masyarakat Indonesia  merupakan sebuah basa – basi dan juga sebuah kehangatan untuk menyambut tamu yang bertamu di rumahnya . Namun bagi masyarakat asing kalimat  tersebut bermakna untuk memperlakukannya benar-benar  seperti rumahnya sendiri .
    Episode Malam Minggu Miko ini menurut saya kualitasnya sudah baik , yang dibuktikan dengan kelengkapan stuktur teks anekdot dan juga memiliki kritikan dan kelucuan .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar